Jagalah Hati, Jangan Dikotori
Allah SWT berfirman dalam QS Asy-Syams (91) ayat 9-10 yang artinya: "Sungguh
beruntung orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugi orang yang
mengotorinya".
Tidak akan ada ketenangan, kebahagiaan dan kemuliaan, bagi yang berhati kotor.
Maka bersihkanlah hati dengan sungguh-sungguh bertaubat, banjiri dengan air
mata penyesalan dan memelaslah, menghibalah kepada Allah Yang Maha Pengampun.
Lalu bertekad membajalah untuk tidak kembali menodai hati. Jangan biarkan hal
apapun mengotori hati, jangan mau mendengar atau ingin tahu apapun yang tidak
berguna, jangan mau melihat, berkata, berpikir, dan bersikap apapun yang bisa
mengotori hati.
Allah SWT menciptakan setan pintar tapi lemah, dan Allah SWT menciptakan nafsu
bodoh tapi kuat. Jika hati cinta dunia dan dipenuhi nafsu syahwat, maka setan
akan berhasil menipu, dan bersemayam di dalam hati. Semua anggota tubuh pun
akan dikendalikan oleh setan, sehingga sangat mudah melakukan hal-hal yang
mengotori hati.
Jaga hati, jangan terpancing marah. Inti dari marah adalah apa yang diinginkan
tak terwujud.
Hindarilah marah dengan cara bersiaplah jika yang diinginkan belum terwujud.
Sadarilah, bahwa marah tidak akan menyelesaikan masalah, apalagi jika pada
tempat dan kondisi yang salah, justru bisa semakin menambah masalah. Karena
sikap emosional hanya memuaskan nafsu. Jika hati jengkel, tapi disikapi dengan
sikap terbaik dan tenang, maka akan menjadi ladang kemuliaan. Sementara jika
pada posisi diri benar dan dizhalimi, tapi tetap sabar, maka akan mendapat
pahala, sedangkan pahala yang menzhalimi, sebagaimana terdapat dalam satu hadis
pindah ke yang dizhalimi.
Yakinlah bahwa tidak akan berguna sama sekali dan tak akan menyelesaikan
masalah dengan hati kotor dan busuk. Jangan dengki, dengki itu ikut campur
terhadap perbuatan Allah SWT, kedengkian tidak akan merubah taqdir orang yang
didengkinya. Penyebab hati gelisah karena kotor dan berbuat salah. Allah SWT
amat menyukai dan hanya akan menolong serta memuliakan orang yang berhati
bersih.
Bersihkan dan jagalah hati sekuat tenaga, dan dengan segala daya upaya agar tak
ternodai, sehingga memiliki hati yang "selamat" yakni bersih dari
musyrik (tidak ada sandaran selain Allah SWT dan memiliki tauhid yang
sempurna), itulah pertanda memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah SWT.
Membrsihkan dan menjaga hati dilakukan semata-mata agar dicintai-Nya, agar bisa
pulang berjumpa dengan-Nya. Allah SWT tercinta yang Maha Agung yang Maha Baik.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS Asy-Syu'ara ayat 88-89 yang artinya: "(yaitu)
pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna (88), kecuali orang-orang
yang menghadap Allah SWT dengan hati yang selamat/bersih (89)"
Perumpamaan hati, sebagaimana Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah berkata: apabila badan
sakit tidak bermanfaat lagi padanya makanan dan minuman. Begitu juga apabila
hati sakit karena syahwat, tidak bermanfaat lagi padanya nasehat-nasehat.
Barang siapa yang menginginkan kebeningan hati, hendaklah ia mengedepankan
Allah SWT atas syahwatnya. Hati yang terikat oleh syahwat akan terhijab dari
Allah SWT sesuai kadar keterikatannya dengan syahwatnya tersebut. Hati itu
ibarat bejana-bejana Allah SWT di muka bumi, yang paling dicintainya adalah
yang paling lembut, tegar dan yang paling bening.
Read more…